Perusahaan Brick and Mortal adalah perusahaan tradisional dan pelanggan melakukan kegiatan didalam gedung atau toko (Reding, 2001:4) sedangkan perusahaan berbasis web dapat saja tidak memiliki toko atau gedung real. Banyak perusahaan Brick and Mortal seperti Toy-R-Us, Merril Lynch, dan Barnes and Noble yang lambat dalam bergerak ke arah online dengan berbagai alasan termasuk di dalamnya sebagai berikut (Eisenmann, 2002:ix).
- Perhatian pada kemungkinan kanibalisasi atas unit online terhadap perusahaan tradisionalnya.
- Perhatian pada dampak harga saham karena membiayai pengeluaran (losses) Internet.
- Lamban dan bahkan sering disfungsionalnya proses pengambilan keputusan pada perusahaan yang telah mapan khususnya kegagalan analisis discounted-cash-flow tradisional dalam menunjang strategi yang menghasilkan profit pada perusahaan.
Karena pertimbangan di atas, banyak perusahaan yang memisahkan unit internetnya dari unit intinya. Unit internetnya bahkan adalah unit yang baru sama sekali dari sisi personilnya dan mereka diberi mandat untuk mengkanibal unit intinya (Eisenmann, 2002:ix).
Bahkan, banyak ahli berpendapat adalah lebih mudah memulai perusahaan e-Business dari awal dibanding dengan menyesuaikan perusahaan Brick and Mortal karena belum adanya kebiasaan yang harus diubah dan belum adanya pelanggan yang harus dipindahkan ke tempat baru (Reding, 2001:6).
Dengan memperhatikan pendapat di atas, sangat bijaksana apabila dalam pertimbangan pembuatan perusahaan dan bisnis baru memasukan e-Business dalam pertimbangan utamanya, terutama bila bisnis yang dilakukan dapat memenuhi model bisnis yang telah dibahas di atas.